Anggun C Sasmi Kembali Rilis Album Internasional
Senin, 8 Agustus 2005
Langkah Anggun, penyanyi internasional kelahiran Jakarta, 29 April 1974, tampaknya makin lancar. Karir bermusik cewek berdarah Jawa ini mendunia setelah satu persatu albumnya laris di pasaran musik mancanegara. Setelah sukses dengan album Snow On The Sahara (1980 dan Chrysalis (2000), penyanyi bernama lengkap Anggun Cipta Sasmi ini, akan merilis album ketiganya yang diberi titel Luminescence.
Rencananya, album ini akan dirilis sekitar tanggal 22 Agustus 2005 mendatang.
Catatan lain, setelah tidak merilis album nyaris lima tahun, Anggun yang sebelumnya di bawah label Sony Music, kini juga pindah ke Universal.
Informasi lainnya, setelah sebelumnya pada 2002, Anggun terlibat dalam album soundtrack film Open Hearts arahan sutradara Denmark, Susanne Bier, dimana dia menjadi vokalis sekaligus pencipta sejumlah lagu, termasuk Open Hearts, lagu tema film tersebut, kini salah satu lagunya yang berjudul Saviour, juga bakal dipakai sebagi soundtrack film Transporter II.
Film itu dibintangi oleh Jason Statham dan Amber Valletta dan akan edar di Indonesia sekitar November 2005 mendatang.
Untuk album Luminescence sendiri, Anggun akan menyodorkan single berjudul In Your Mind yang dibuatnya bersama Jean Pierre Tateb. Setelah pernikahan keduanya dengan Oliver, seorang master politik asal Kanada, Anggun kini bermukim juga di Kanada sekaligus melebarkan karirnya di Amerika.
Sejak 1994, Anggun memang memilih hengkang dari Indonesia untuk mewujudkan mimpinya sebagai artis internasional bersama Michel Georgea, suaminya ketika itu. Kepergiannya ke luar negeri sempat menimbulkan kabar, Anggun kabur karena perkawinannya tak direstui. Michael sendiri kenal dengan Anggun ketika tengah menjalani turnya di Kalimantan. Mereka lantas menikah.
Anggun dan Michel mula-mula bermukim di London (Inggris). Setahun kemudian mereka pindah ke Paris (Prancis). Di Paris-lah Erick Benzi, pemusik dan produser musik Prancis yang pernah menangani album Celine Dion, terpikat oleh potensi Anggun dalam berolah vokal.
Erick pun lalu membuatkan album perdana Anggun di luar Indonesia, dengan memindahkan jalur Anggun, dari pop-rock ketika di Indonesia, ke pop dengan sound yang romantis dan sensual.
Album berisi lagu-lagu berbahasa Prancis, Inggris dan Indonesia, yang dirilis pada 1997 oleh perusahaan rekaman Sony Music Prancis, itu berjudul Au Nom De La Lune.
Album tersebut menjadikan Anggun mulai dikenal di Perancis dan beberapa negara lain di Eropa, sebut saja Belgia. Selanjutnya, album itu pun diedarkan di AS (diberi tajuk Snow on the Sahara) dan di Tanah Air dinamai Anggun.
Menembus AS, pada 1998 Anggun tampil dalam salah satu tur bertaraf internasional, The Lilith Fair. Dalam tur yang sama manggung pula antara lain artis-artis musik dunia Sarah McLachlan dan Erykah Badu.
Masih ditangani oleh Erick dan Sony Music, album kedua Anggun, Desirs Contraires (versi Prancis) alias Chrysalis (untuk pasar internasional), dibikin. Dirilisnya pada 2000. Di akhir tahun yang sama, Anggun ambil bagian dalam konser Hari Natal di Vatikan atas undangan dari Paus Paulus II. Bryan Adams dan Dionne Warwick juga menyanyi dalam pergelaran itu.
Di Indonesia sendiri, Anggun sempat merilis beberapa album, diantaranya bertajuk Dunia Aku Punya (1986), Tua-tua Keladi (1990), Anak Putih Abu-abu (1991), Noc Turno (1992) dan Anggun C Sasmi... Lah! yang dirilis 1993. (Syarifudin)
|
|